0
Laporan EBP Ventilasi Mekanik Ventilator
BAB I
PENDAHULUAN

Ventilator mekanik merupakan alat bantu pernafasan bertekanan positif atau negatif yang menghasilkan aliran udara terkontrol pada jalan nafas pasien sehingga mampu mempertahankan ventilasi dan pemberian oksigen dalan waktu lama. Tujuan pemasangan ventilator mekanik adalah untuk mempertahankan ventilasi alveolar secara optimal dalam rangka memenuhi kebutuhan metabolik, memperbaiki hopoksemia, dan memaksimalkan tranpor oksigen.
Dibalik harapan terhadap  pasien dengan ventilasi mekanik terdapat kekhwatiran yang sangat mendasar dengan aplikasinya. ventilasi mekanik diperlukan analisis trhadap ketepatan indikasi, ketepatan pasien, ketepan metode aplikasinya, dan selalu waspada terhadap penyulitan yang akan terjadi. Disamping itu, pada setiap aplikasi ventilasi mekanik harus memahami fisiologi pernafasan.
Akhir dari setiap aplikasi ventilasi mekanik adalah penyapihan. Penyapihan dari ventilator mekanik dapat didefinisikan sebagai proses pelepasan ventilator baik secara langsung maupun bertahap. Tindakan ini biasanya mengandung dua hal yang terpisah tapi memiliki hubungan erat yaitu pemutusan ventilator dan pelepasan jalan nafas buatan.
Penyapihan adalah usaha untuk melepaskan penderita dari ketergantungan ventilasi mekanik. Antisipasi penyulit penyapihan sebaiknya sudah dianalisa sebelum ventilasi mekanik diaplikasikan. Begitu juga dengan jenis penyapihan dan indikasi dari masng-masing jenis penyapihan ventilasi mekanik itu sendiri untuk menghindari pengaplikasian yang berkepanjangan.

BAB II
ANALISIS JURNAL

Dahulu weaning dilakukan berdasarkan beberapa hal, yakni :  volume permenit (MV ), tekanan inspirasi maksimum, volume tidal, nafas cepat dan dangkal, indeks CROP. Kebanyakan dari kriteria diatas sensitif tapi tidak spesifik, sehingga meskipun gagal berdasarkan kriteria tersebut, tetapi ia masih bisa dilakukan penyapihan. Ini menunjukan bahwa semua indikasi tersebut merupakan prediktor penyapihan yang buruk pada pasien ICU secara umum. pasien seharusnya terus mendapatkan skrining untuk menemukan kemungkinan dilakukan penyapihan.
Terdapat kriteria menurut Hudac & Gallo, 1994 mengenai keputusan penyapihan ventilasi mekanik pada pasien. Namun demikian tidak semua pasien yang memenuhi kriteria tersebut mampu bertoleransi terhadap latihan nafas.
BAB III
PEMBAHASAN

Ventilator mekanik merupakan alat bantu pernafasan bertekanan positif atau negatif yang menghasilkan aliran udara terkontrol pada jalan nafas pasien sehingga mampu mempertahankan ventilasi dan pemberian oksigen dalan waktu lama. Tujuan pemasangan ventilator mekanik adalah untuk mempertahankan ventilasi alveolar secara optimal dalam rangka memenuhi kebutuhan metabolik, memperbaiki hopoksemia, dan memaksimalkan tranpor oksigen.
Berdasarkan lamanya, waktu pelaksanaanya, penyapihan dapat di bedakan menjadi dua penyapihan jangka panjang dan penyapihan jangka pendek. Penyapihan jangka pendek yaitu T-Piece, CPAP, SIMV dan pressure support ventilation. Penyapihan jangka panjang yaitu T-Piece dan intermiten mandatory ventilation. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi lamanya penyapihan, yaitu faktor nonventilator, dan faktor ventilator. Faktor nonventilator antara lain penyalahgunanan obat sedasi, malnutrisi, kurangnya dukungan psikologis, dan kurangnya dukungan dari jantung jika terdapat kerusakan ventrikel kiri. Faktor ventilator antara lain over ventilasi dan under ventilasi. Faktor yang menyebabkan kegagalan dalam penyapihan di pengaruhi oleh pusat pengendali pernafasan, kekuatan otot pernafasan, dan beban pada otot pernafasan.
Kegagalan dalam memulai penyapihan biasanya disebabkan oleh belum tertanganinnya penyakit yang memicu penggunaan ventilator, penyembuhan penyakit yang tidak komplit atau berkembangnya masalah baru. Proses penyapihan tergantung pada kekuatan otot pernafasan, bebas yang ditanggung otot tersebut, dan pengendali pusat.

BAB IV
SIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan
Penyapihan dari ventilator mekanik dapat didefinisikan sebagai proses pelepasan ventilator baik secara langsung maupun bertahap. Indikasi penyapihan ventilasi mekanik, dilihat dari beberapa parameter antara lain proses penyakit, PaO2, PEEP, FiO2, pH, Hb, kesadaran suhu tubuh, fungsi jantung, fungsi paru, jalan nafas, obat-obatan agen sedativ atau agen paralisis, serta psikologis pasien. Berdasarkan lamanya, waktu pelaksanaanya, penyapihan dapat di bedakan menjadi dua penyapihan jangka panjang dan penyapihan jangka pendek. Penyapihan jangka pendek yaitu T-Piece, CPAP, SIMV dan pressure support ventilation. Penyapihan jangka panjang yaitu T-Piece dan intermiten mandatory ventilation. Terdapat dua faktor yang memoengaruhi lamanya penyapihan, yaitu faktor nonventilator, dan faktor ventilator. Faktor nonventilator antara lain penyalahgunanan obat sedasi, malnutrisi, kurangnya dukungan psikologis, dan kurangnya dukungan dari jantung jika terdapat kerusakan ventrikel kiri. Faktor ventilator antara lain over ventilasi dan under ventilasi. Faktor yang menyebabkan kegagalan dalam penyapihan di pengaruhi oleh pusat pengendali pernafasan, kekuatan otot pernafasan, dan beban pada otot pernafasan.

DAFTAR PUSTAKA

Girard TD dan Bernand GR. Mechanical Ventilation in ARDS. Chest. 2007 ; 131 : 921 – 929.
Iwan P dan Saryono. Mengelola pasien dengan Ventilator Mekanik. Jakarta: Rekatama, 2010.
Truwtt JD. Viewpoints to Liberation From Mechanical Ventilation. Chest. 2003; 123: 1779-1780

Untuk Download File EBP lengkap dan Jurnal Peningkatan Fungsi Ventilasi Oksigenasi paru pada klien Pasca Ventilasi Mekanik dengan Deep Breathing Exercise silahkan klik link di bawah ini


Posting Komentar

 
Top